Jokowi Sempat Disinggung di Pleno NU
Sabtu, 07 September 2013 16:51 wib
WONOSOBO - Rapat pleno PBNU di Wonosobo, Jawa Tengah,
tak hanya membahas persoalan internal organisasi. Kiprah Gubernur DKI
Jakarta Jokowi juga sempat disinggung di acara ini.
"Saya dukung Jokowi yang menggelar Lebaran Betawi di Monas, karena mengangkat budaya kita," ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di sela Rapat Pleno di Kampus Universitas Sains Ilmu Al Quran, Sabtu (7/9/2013).
Kiai Said, demikian dia akrab disapa, berharap muncul sosok Jokowi-Jokowi lain, yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian tradisi bangsa. Musababnya, kekayaan budaya nusantara belum banyak dipromosikan secara luas.
"Banyak budaya kita yang layak diangkat, keramahan, ketrampilan dan seni budaya," ulasnya.
Harapan terutama disematkan kepada kader NU yang menjabat Bupati Wonosobo, Abdul Kholiq Arif. Kiai Said berkeyakinan diangkatnya tradisi lokal bakal mengangkat nama Indonesia di pentas nasional. "Saya akan dukung penuh, terutama bila dibikin juga di Wonosobo," ujar Kiai Said.
Lontaran pucuk pimpinan tertinggi di PBNU itu langsung direspons Abdul Kholiq yang kebetulan duduk di samping Kiai Said dengan anggukan kepala. Harapan ini tentu bukan sekadar cita-cita semu karena sosok Abdul Kholiq sebagai bupati telah diakui baik di pentas lokal maupun nasional.
Bahkan, Majalah Tempo telah menahbiskan dia sebagai salah satu kepala daerah terbaik. Lebaran Betawi 2013 yang digelar di Monas selama dua hari pada 31 Agustus sampai 1 September lalu dimeriahkan dengan aneka pertunjukan kebudayaan khas Betawi, di antaranya tari Betawi, tanjidor, gambang kromong, keroncong Jakarta, wayang kulit Betawi, ondel-ondel, lenong Betawi, palang pintu, tari topeng, berbagai permainan tradisional Betawi serta layar tancap.
Acara ini bertujuan memperkenalkan kebudayaan dan kuliner Betawi kepada masyarakat umum, khususnya yang tinggal di daerah Jakarta. Sementara itu, hingga kini rapat pleno PBNU masih berlangsung. Para pengurus masih memaparkan pelaksanaan program kerja amanat Muktamar NU 2010.
Kemudian acara akan dilanjutkan dengan laporan badan otonom, lembaga, dan lajnah. Usai pleno dan mendengarkan laporan-laporan, para peserta rapat pleno bakal dibagi menjadi empat komisi. Yaitu, Komisi Organisasi, Program, Aset, dan Rekomendasi. Adapun pengesahan hasil sidang komisi akan dilaksanakan esok hari.
"Saya dukung Jokowi yang menggelar Lebaran Betawi di Monas, karena mengangkat budaya kita," ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di sela Rapat Pleno di Kampus Universitas Sains Ilmu Al Quran, Sabtu (7/9/2013).
Kiai Said, demikian dia akrab disapa, berharap muncul sosok Jokowi-Jokowi lain, yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian tradisi bangsa. Musababnya, kekayaan budaya nusantara belum banyak dipromosikan secara luas.
"Banyak budaya kita yang layak diangkat, keramahan, ketrampilan dan seni budaya," ulasnya.
Harapan terutama disematkan kepada kader NU yang menjabat Bupati Wonosobo, Abdul Kholiq Arif. Kiai Said berkeyakinan diangkatnya tradisi lokal bakal mengangkat nama Indonesia di pentas nasional. "Saya akan dukung penuh, terutama bila dibikin juga di Wonosobo," ujar Kiai Said.
Lontaran pucuk pimpinan tertinggi di PBNU itu langsung direspons Abdul Kholiq yang kebetulan duduk di samping Kiai Said dengan anggukan kepala. Harapan ini tentu bukan sekadar cita-cita semu karena sosok Abdul Kholiq sebagai bupati telah diakui baik di pentas lokal maupun nasional.
Bahkan, Majalah Tempo telah menahbiskan dia sebagai salah satu kepala daerah terbaik. Lebaran Betawi 2013 yang digelar di Monas selama dua hari pada 31 Agustus sampai 1 September lalu dimeriahkan dengan aneka pertunjukan kebudayaan khas Betawi, di antaranya tari Betawi, tanjidor, gambang kromong, keroncong Jakarta, wayang kulit Betawi, ondel-ondel, lenong Betawi, palang pintu, tari topeng, berbagai permainan tradisional Betawi serta layar tancap.
Acara ini bertujuan memperkenalkan kebudayaan dan kuliner Betawi kepada masyarakat umum, khususnya yang tinggal di daerah Jakarta. Sementara itu, hingga kini rapat pleno PBNU masih berlangsung. Para pengurus masih memaparkan pelaksanaan program kerja amanat Muktamar NU 2010.
Kemudian acara akan dilanjutkan dengan laporan badan otonom, lembaga, dan lajnah. Usai pleno dan mendengarkan laporan-laporan, para peserta rapat pleno bakal dibagi menjadi empat komisi. Yaitu, Komisi Organisasi, Program, Aset, dan Rekomendasi. Adapun pengesahan hasil sidang komisi akan dilaksanakan esok hari.
sumber: http://news.okezone.com/read/2013/09/07/339/862342/redirect
Tidak ada komentar:
Posting Komentar